Luar biasa. Intan itu dapat mengantarkan nelayan miskin tersebut ke istana negara.
Karena semua penjual intan di seluruh negeri tidak mampu lagi membelinya, akhirnya ia membawanya kepada Raja. Namun Raja pun bingung berapa menghargainya, saking berharganya intan satu ini. Alangkah indah bentuk dan amat berkilau-kilau cahayanya. Akhirnya untuk menukar intan mulia ini, Sang Raja memberikan kesempatan kepada sang nelayan untuk menikmati kekayannya selama enam jam. Raja mempersilahkannya untuk mengambil harta benda apa saja yang ia mau dalam waktu itu.
Lalu dibawalah nelayan yang beruntung ini ke gudang gudang perbendaharaan kekayaannya. Berbagai emas permata bertaburan. Kemilau mutiara dan berlian menyilaukan mata memandang. Beragam senjata pusaka kerajaan juga tertata dengan rapi. Belum lagi koleksi barang-barang unik dan berharga yang sangat langka. Satu saja diantara barang barang itu, sudah bisa membuat seorang kaya raya dan menikmati kehidupan yang bebas finansial hingga akhir hayatnya. Bahkan nanti bisa diwariskannya kepada anak cucunya.
Namun taukah engkau, kawan, apa yang dilakukan nelayan ini? Ia melangkah ke dapur istana. Saat itu ia berfikir, selama ini saya hanya makan ikan saja di rumah. Alangkah nikmatnya kalau saya menikmati makanan istana negara dulu. Kemudian makanlah ia sepuas-puasnya, sepenuh-penuh kerongkongan dan perutnya. Setelah makan, ia mengantuk. Untuk kali pertama dia ingin merasakan nikmatnya tidur di kasur istana. Dan tidurlah ia dengan nikmatnya, sepenuh kelopak matanya.
Terasa baru sekejap ia tidur, prajurit kerajaan sudah datang membangunkannya. Waktu anda sudah habis. Enam jam telah berlalu. Silahkan meninggalkan gudang istana ini. Mau tidak mau, dia harus bangun, meninggalkan istana dan mengubur mimpinya untuk kaya disana.
Walaupun tidak bisa dapat kekayaan apa-apa, paling tidak dia sudah menikmati masakan dan ranjang istana, namun dia tidak bisa memanfaatkan kesempatan yang diberikan kepadanya dengan sebaik-baiknya. Seharusnya enam jam adalah waktu teramat panjang baginya untuk bisa berbuat lebih banyak dalam mewujudkan harapan harapan hidupnya daripada sekedar makan dan tidur.
Pengetahuan tentang hal-hal prioritas sungguh sangat diperlukan dalam hidup ini, disamping efisiensi pemanfaatan waktu. Begitulah keadaan kita. Saat ini mungkin setiap kita mengikuti kuliah di tempat tertentu, bekerja di tempat tertentu, hidup di tempat tertentu. Setiap detiknya sangat berharga. Setiap menit memberikan arti tak terkira.
Masa-masa yang sedang kita jalani saat ini sungguh sangat bermakna. Jangan sampai kesadaran itu datang saat kesempatan itu telah pergi. Atau mungkin sadar saat malaikat izrail datang menjemput nyawa, membawa kita meninggalkan ladang amal di dunia ini sementara diri ini belum punya bekal sama sekali. Segera, sebelum enam jam kita habis, dan kita harus dipanggil keluar dari istana.
Salam cinta karena Allah dari negeri seribu menara.
thx 4 share
BalasHapusinspiratif bgt
have a nice day ^^
bagus bgt sob...thx udh membuka mata saya...
BalasHapus